Catatan Media

20 07 2008

TOLAK GOLPUT

Komunitas Demokrasi Pelajar Jawa Timur ( INSPEKD ) melakukan aksi di Taman Gubernur Suryo hari ini Kamis, 10 Juli 2008 dan menyerukan kepada seluruh masyarakat jatim untuk menolak golput dalam pilgub 23 Juli 2008 dan menggunakan hak pilih sesuai dengan suara hati, bukan dipengaruhi oleh intervensi. (Didik/fl_000135) http://fotograferlepas.com/index.php?cari=&id=479&halaman=0

SURABAYA (SINDO) – Siapa bilang anak sekolah tidak melek politik? Kemarin puluhan siswa sekolah menengah atas (SMA) dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik yang tergabung dalam Komunitas Demokrasi Pelajar Jawa Timur INSPEKD (Institut Pengkajian Ekonomi dan Demokrasi), menggelar aksi di depan Gedung Grahadi Surabaya.

Menggunakan seragam putih abu-abu lengkap,mereka menyerukan agar masyarakat menolak segala bentuk money politics dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2008. Aksi yang digelar mulai pukul 09.00 WIB itu menyedot perhatian warga. Sebab, sangat jarang terlihat siswa SMA berunjuk rasa, lebih lebih yang mengusung isu politik. Selain berorasi, para pelajar ini juga berkampanye menolak golput dengan membagikan sejumlah stiker yang isinya meminta masyarakat mengutamakan hati nurani untuk memilih pemimpin.

Koordinator aksi Melinda Heni Santika menyatakan, politik uang adalah bagian anarkisme politik yang mencederai demokrasi. Penggunaan uang dalam berpolitik sama sekali tidak membuat masyarakat semakin sadar akan hak-hak politiknya.Dengan kata lain, cara ini sama dengan pembodohan masyarakat. ”Demokrasi tidak akan dapat dibangun jika yang berbicara adalah uang, bukan hati nurani rakyat,” ungkapnya.

Meski begitu, Melinda menegaskan bahwa ia dan rekanrekannya tetap berharap Pilgub Jatim menghasilkan Gubernur Jatim yang dipercaya. Karena itu,ia meminta masyarakat tetap menggunakan hak pilihnya.”Siapa pun nanti gubernur yang terpilih, jangan hanya mengumbar janji-janji, namun benar-benar dilaksanakan,” ucapnya. (lukman hakim)


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar