Hasil perhitungan suara sementara yang dilakukan oleh tiga lembaga survei pada Pigub Jatim putaran kedua menunjukan suara pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi) berhasil mengungguli suara pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf (KarSa). Sayangnya, meski suara pasangan KaJi unggul tipis dari KarSa, mereka tidak berani memastikan siapa pemenang dalam pertarungan pemilihan gubernur Jatim ini.
“Kami tidak berani memastikan siapa yang memenangkan pilgub ini. Karena margin of error atau tingkat kesalahan seharusnya 1-2 persen. Namun selisih angka dua pasangan ini kurang dari 1-2 persen,” kata Moch Adam Kamil, peneliti Lembaga Survey Indonesia (LSI) kepada wartawan di Hotel Mercure, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Selasa (4/11/2008). sumber di ambil dari : http://surabaya.detik.com
Data yang dihimpun detiksurabaya.com, dari penghitungan cepat yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia (LSI), pasangan KaJi memperoleh suara sebanyak 50, 44 persen, dan KarSa mendapat 49,56 persen.
Jumlah suara itu didapat LSI dari sample 400 TPS yang tersebar di 65 ribu TPS yang ada di Jawa Timur.
Sedangkan dari perhitungan cepat Lingkaran Survey Nasional yang mereka lakukan di 400 TPS di seluruh Jatim, KaJi meraup 50,76 persen dan KarSa meraih 49,24 persen.
Sementara dari rilis Lembaga Survei Nasional (LSN) pasangan KaJi memperoleh 50,71 persen, sedangan KarSa selisih tipis dengan memperoleh 49,29 persen.
iyah tipis banget.. menang kalah masih sulit ditentukan
kita kawal bersama namanya juga senior sukses lagi
yach smoga yang terpilih jangan sok..dan yang belom terpilih bza mencoba taun depan…hehehehe
selamat ya kaji
meskipun berdasarkan hasil quick count Kaji menag tipis atas Karsa, tapi seluruh masyarakat Jawa Timur siap untuk dipimpim Ibu Khofifah.
ya semoga KPU benar-benar jujur, bahkan tidak hanya KPU tapi semua petugas dari TPS sampai KPU jatim tidak ada yang bermain curang, karena apabila terjadi kecurangan dan salah satu pasangan mengetahu, waw jawa timur bisa ramai…
siiip..
aq sendiri ga nyoblos… klo bisa mahasiswa bisa nyoblos d mana aja. trmasuk d kampus.aslkan ada keterangn yg mndukung. krn kbanyakan dari luar kota. libur cuma sehari mana cukup bwt pulang pergi tuk nyoblos, ada UTS lagi. biayanya jg ga murah bwt pulang pergi.