NARASI WISATA PARLEMEN 15 MEI 2008 di DPRD JAWA TIMUR
Wisata parlemen adalah kelanjutan langsung dari sekolah demokrasi. Setelah peserta pelatihan sekolah demokrasi yang merupakan pelajar-pelajar SMU se-Surabya dan se-Sidoarjo dikasih materi teoritik soal apa itu demokrasi.? Pilar demokrasi itu terdiri dari apa saja ? Bagaimana tata cara pemilihan umum dan pemilihan gubernur yang merupan manifest langsung dari kedaulatan rakyat. Selama dua hari peserta dikasih pemahaman teoritik yang memadai soal teori-teori motivasi diri, dasar-dasar kepemimpinan dan pengertian demokrasi.
Bahwa demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Adapun pilar demokrasi terdiri dari eksekutif (lembaga pemerintahan), legislatif (lembaga Perwakilan Rakyat) dan yudikatif (lembaga peradilan), inilah yang biasanya disebut trias politika sebuah pemisahan kekuasaan yang terdiri dari tiga unsur yang saling melengkapi, saling mengontrol satu sama lain dan membentuk system tata pemerintahan agar tidak terjadi kekuasaaan yang bersifat absolute atau pemerintahan otoriter, namun ada kalanya para akademisi menambahi pilar demokrasi itu menjadi empat dan pilar keempat demokrasi itu adalah media/ pres sebagai lembaga control pada ke-tiga pilar demokrasi yang sebelumnya (triaspolitika).
Kedaulantan rakyat itu terwujud dalam pemilihan umum yang diselenggarakan sebuah badan independen guna membentuk pemerintahan. Pemilihan umum dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum, kebetulan di Jawa Timur mau melaksanakan Pemilihan Gubernur langsung oleh rakyat untuk yang pertamakalinya pada tanggal 23 juli 2008. Maka pemilihan gubernur inipun dieloborasi lebih dalam dengan mendatangkan nara sumber langsung dari KPUD jawa timur.
Selama dua hari kesemua pemahaman teoritik ini dirasa cukup maka agar bersifat pengalaman langsung maka harus adanya praktek bagaimana demokrasi itu berjalan. Pelatihan ini didesaing oleh penyelanggara (Inspekd Jawa Timur) agar bisa menyentuh dalam tiga ranah sekaligus, yaitu ranah kognitif, psikomotorik dan afektif agar out come dari pelatihan bersifat komprehensif. Ranah kognitif adalah peserta dibekali secara teoritik pemahaman demokrasi yang sifatnya sebatas pengetahuan, ranah psikomotorik adalah peserta diajak melihat langsung bagaimana system demokrasi itu berjalan dalam tata pemerintahan kita secara langsung yang bersifat praktek langsung dan ranah afektif adalah bagaimana peserta nanti bisa menerapkan kognitif dan psikomotorik demokrasi tadi dalam bentuk prilaku dan sikap demokrasi yang subtansif atau demokrasi sejati.
Untuk mengajak peserta melihat bagaimana demokrasi berjalanan dalam tata pemerintahan secara langsung maka penyelenggara memilih DPRD Jawa Timur sebagai tempat praktek demokrasi secara langsung dan acara ini dikemas dalam bentuk wisata parlemen. Karena di Gedung DPRD Jawa Timur ini peserta dapat melihat peran DPRD itu apa saja, sebagai perwakilan rakyat DPRD jawa timur berfungsi ; pertama mengawasi/ kontroling terhadap pihak eksekutif dalam hal ini gubernur jawa timur ; Kedua bersama pihak eksekutif/ pemerintah membuat anggaran/ Budgeting dan ; ketiga membuat produk perundang-undangan (fungsi legislasi) dalam hal ini karena wilayahnya propinsi maka perannya adalah membuat PERDA (peraturan daerah).
Menurut jadwal memang wisata parlemen diagendakan Inspekd Jawa Timur pada tanggal 15 mei 2008 dan ternyata kebetulan menurut agenda kesekretariatan dewan bahwa tanggal tersebut akan diadakan sidang paripurna.
Dengan begitu maka peserta sekolah demokrasi dan wisata parlemen dapat kesempatan berharga menyaksikan langsung proses politik berupa sidang paripurna yang membahas raperda dan penetapan sebuah perda dan pihak eksekutif juga hadir yakni bapak Imam Utomo gubernur jawa timur. Dalam jadwal panitia Inspekd jawa timur wisata parlemen dimulai jam 09.00 WIB tanggal 15 mei 2008, namun itu kita majukan satu jam yakni jam 08.00 WIB karena dapat telp dari sekretaris dewan harus datang lebih awal agar tidak mengganggu prosesnya persidangan.
Tepat jam 08.00 WIB peserta pelatihan sekolah demokrasi dan wisata parlemen beserta panitia sudah sampai di gedung DPRD jawa timur di jalan Idrapura dan langsung di sambut oleh bapak Edi Hariadi perwakilan kesekretariat dewan. Kita langsung diantar ke ruang sidang paripurna DPRD Jawa Timur dan dipersilakan meduduki kursi di balkon sehingga dari atas kita dapat menyaksikan persidangan dewan. Sambil disuruh mengisi presensi tamu dewan kita dikasih penjelasan oleh bapak Edi Hariadi bahwa sidang paripurna nanti punya agenda pembentukan pansus enam raperda, penetapan perda penataan pasar modern dan perlindungan pasar tradisional, laporan hasil jarring aspirasi masyarakat (Jasmas) serta pembacaan surat keputusan Menteri Dalam Negeri atas pengunduran diri wakil Gubernur-Jatim Soenaryo. Kemudian dikasih penjelasan juga soal kompisisi dewan yang berjumlah 100 orang dari partai mana saja, posisi duduknya dimana, bahwa gubernur nanti akan hadir, sidang paripurna akan dipimpin ketua DPRD Jawa Timur Bapak Fathor Rasyid, kemudian dijelaskan juga posisi duduknya eksekutif yang lain (kepala-kepala dinas) dimana, tempatnya wartawan.
Di samping itu juga pihak sekretaris dewan menjelaskan dan mengurai secara panjang lebar kinerja anggota DPRD Jatim gimana.?, macam-macam persidangan yang dilakukan dari pansus, panggar hingga paripurna, pola kerja fraksi dan kinerja komisi-komisi dewan juga diulas. Dari sini peserta semakin punya gambaran jelas dan dapat kerangka mekanisme system demokrasi secara nyata.
Rapat paripurna belum dimulai tapi diluar kita bisa mendengarkan suara gaduh dan kita saksikan ternyata ada demo dengan jumlah massa yang besar, demonya ternyata ada dua kubu dan kita tanyakan pada kesekretariatan dewan demo apa itu.?, kesekretariatan menjelaskan supaya kita tidak panik dan jangan keluar dari ruang paripurna itu adalah demo massa nya PKB yaitu massanya PKB Hasan Aminudin dan massanya PKB Fathor Rasyid kemudian sekwan juga menambahkan bahwa biasa dalam demokrasi ada demo itulah yang disebut ”dinamika demokrasi”.
Kita panitia dan peserta pelatihan sekolah demokrasi tetap tenang menunggu sidang paripurna, kelihatan ruang sidang sudah banyak terisi anggota DPRD jawa timur dan tepat pukul 09.30 WIB sidang paripurna dimulai. Sidang paripurna diawalai acara protokoler pembacaan agenda sidang oleh kepala kesekretariatan dewan atau yang mewakili dan dilanjutkan dipimpin oleh ketua DPRD jawa timur bapak Fathor Rasyid, dalam sambutan resminya baik protokoler sekwan dan bapak Fathor Rasyid menyebutkan kehadiran peserta sekolah demokrasi dan wisata parlemen mengikuti jalannya persidangan paripurna ini.
Setelah rapat paripurna dipimpin oleh ketua DPRD, terdengar ada yang melakukan interupsi ke pimpinan persidangan, yang dilakukan anggota fraksi Partai Persatuan Pembangunan yaitu Jamal Al Katiri. Dalam interupsinya Jamal Al Katiri mengangkat Issu Penolakan Kenaikan Harga BBM dan secara tegas memintak Gubernur mengirim surat kepada presiden RI bahwa jawa timur menolak kenaikan harga BBM. Pempinan sidang paripurna menampung interupsi tersebut dan melanjutkan agenda persidangannya yaitu paparan soal perda penataan pasar modern dan perlindungan pasar tradisional oleh bapak Imam Utomo Gubernur Jawa Timur. Paparan bapak Imam Utomo ini memakan waktu kurang lebih satu jam, sementara suasana diluar kelihatan sangat ramai dengan yel-yel demo antara dua kubu yang satu disebelah utara dengan massa kurang lebih 500 orang dan kubu yang lain disebelah selatan dengan jumlah massa sekitar 100-an orang.
Peserta pelatihan sekolah demokrasi dan wisata parlemen dengan seksama mengikuti jalannya persidangan, nampak mereka menikmati forum tersebut karena mendapatkan ilmu dan pengalaman baru. Adakalanya kalau materinya menarik dan agak panas tak jarang mereka antusias dengan ekpresi tepuk tangan bersama. Kontak panitia pelatihan sekolah demokrasi dan wisata parlemen dibuat sibuk untuk menenangkan suasana kayak gini karena sejak awal sudah dipesan oleh pihak sekwan dalam mengikuti persidangan agar tenang supaya tidak mengganggu jalannya sidang paripurna.
Apa Kata Mereka